Tuesday, October 4, 2011

PLURALITAS VS PLURALISME

Bismillah,

Salah satu ghazwul fikri yg dilancarkan oleh para musuh Islam, terutama kaum ‘Islam’ Liberal adalah pengaburan makna pluralitas dan pluralisme. Mereka selalu meneriakkan bahwa Islam adalah agama yg tidak punya tenggang rasa, merasa paling benar, eksklusif, dan pernyataan2 lain yg memojokkan Islam.

Di artikel ini, insya ALLOH saya akan mencoba menjelaskan kerancuan yg ditanamkan oleh para musuh Islam. Harapan saya, kita semua bisa tahu apa perbedaan mendasar pluralitas dan pluralisme, serta bisa menjelaskan dan menangkal ’serangan’ para musuh Islam tersebut.

Pluralitas dan pluralisme mempunyai akar kata yg sama, yakni plural. Jika merujuk pada wiki, plural mempunyai arti beraneka ragam. Akhiran kata plural akan menentukan perbedaan yg cukup mendasar.

Islam (dan Rasululloh SAW) MEMBOLEHKAN PLURALITAS. Dalam artian, dalam satu masyarakat tidak hanya 1 jenis (homogen), tapi bisa heterogen. Misalnya kota2 besar seperti Jakarta yg dihuni oleh berbagai suku bangsa Indonesia. Ada Sunda, Betawi, Jawa, dst. Di negara2 lain malah kita bisa dapati manusia dari berbagai negara, suku, ras, agama.

Jika kita merujuk pada kehidupan di jaman Rasululloh SAW, kita akan dapati bahwa di kota Mekkah dan Madinah, tidak hanya ada kaum muslim. Ada juga kaum Yahudi dan Nasrani. Bahkan sahabat Nabi, Salman Al Farisyi, berasal dari Iran. Dengan demikian sudah terbentuk yg namanya pluralitas. Dan tidak ada masalah bukan?

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al Hujurat(49):13)

Perbedaan yg mendasar akan terlihat saat kita mengetahui makna pluralisme. Pluralisme dinyatakan sebagai ungkapan bahwa SEMUA AGAMA ITU BENAR.

Pernyataan inilah yg TIDAK BISA DITOLERIR oleh kaum muslim. Sudah cukup banyak ayat yg menyatakan bahwa ISLAM-LAH AGAMA YG PALING BENAR DI SISI ALLOH SWT.

- “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam“.” (Al Baqarah(2):132)

- “Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Al Imran(3):19)

- “Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Al Imran(3):85)

- “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Al Imran(3):102)

- “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Maidah(5):3)

- “Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.” (Al Anfal(8):8)

“Wah, jika demikian memang terbukti bahwa Islam agama yg tidak toleran dong?!”

Pernyataan di atas kemudian dilontarkan oleh para musuh Islam, seakan-akan dari ayat2 di atas itu, mereka mendapatkan pembenaran bahwa Islam adalah agama yg eksklusif.

Lantas, apa jawaban kita?

Perlu diperhatikan, bahwa ada garis tegas yg perlu diketahui mengenai toleransi. Untuk hal2 yg bersifat SOSIAL, maka Islam MEMBOLEHKAN bahkan MENGANJURKAN agar umatnya mengenal dan mempelajari serta bekerja sama.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al Hujurat(49):13)

Dalam banyak riwayat, kita bisa dapatkan cerita Rasululloh SAW yg menolong dan menjenguk tetangganya (yg memusuhinya secara keras) pada saat dia sakit. Lalu kita tidak pernah dengar kaum muslim dilarang untuk berjual beli dengan kaum non muslim.

Akan tetapi, untuk AQIDAH atau KETUHANAN, Islam MENJADI EKSKLUSIF! Tidak ada toleransi untuk beragama! Mungkin ayat berikut akan menegaskan bahwa Islam MELARANG TOLERANSI DALAM HAL KETUHANAN!

“Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, - aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. - Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. - Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. - Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. - Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku“. (Al Kaafiruun(109))

Perhatikan ayat terakhirnya, bahwa untuk urusan agama, kita sudah diatur untuk TIDAK TOLERANSI.

Hal yg patut dicatat, tidak toleransi di sini BUKAN berarti umat lain harus dibasmi! Umat Islam justru TIDAK BOLEH MENGGANGGU (bahkan mestinya MELINDUNGI) umat lain yg berbeda keyakinan. Bahkan Islam MELARANG umatnya untuk MEMAKSA umat agama lain utk masuk Islam!

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah(2):256)

Sayangnya, hal terakhir ini yg jarang kita jumpai di Indonesia. Sebagai kaum mayoritas, seringkali kita merasa ‘diperbolehkan’ untuk menindak dan berlaku sewenang-wenang kepada umat lain. Bahkan kita bisa jumpai aksi-aksi organisasi masyarakat ‘Islam’ yg justru aksinya mencoreng Islam.

http://tausyiah275.blogsome.com

No comments:

Post a Comment